Cerpen Putri Hijau
Cerpen Putri Hijau
Pada jaman dahulu kala, ketika Sultan
Mukhayat Syah dari Aceh sedang beristirahat di tamannya, tiba-tiba ia melihat
cahaya hijau dari arah timur. Kemudian ia memanggil pelayannya dan
menanyakan cahaya apa yang dilihatnya tersebut,pelayannya tidak bias menjawab
pertanyyan tersebut dan besoknya sultan Mukhayat menyuruh orang kepercayaannya
menyelidikinya.Diketahui bahwa cahaya
hijau itu berasal dari tubuh Putri Deli Tua.
Sultan Mukhayat Syah jatuh cinta ke putri
walaupun ia belum pernahsekalipun ketemu dengan putri hijau.Ia pun pergi
melamar sang putri dengan pengawal pengawal pribadinya. Sesampainyya disana
sultan Mukyat di sambut Mambang Jazid, Putri Hijau, dan Mambang Khayali.Orang
tua mereka telah wafat dan meninggalkan ketiga anak tersebut.
Lamaran dari sultan Mukhayat Syah di tolak
oleh putri hijau, mendengar hal tersebut sultan Mukhayat marah besar dan
peperangan pun terjadi, banyak tentara Aceh yang gugur. Sultan Hikayat menyuruh
kepada pasukannya untuk menghamburkan uang ringgit kearah kubu musuh,tanpa piker
panjang rakyat deli tua memotong rumpun bambu milik mereka sehingga pertahanan
Deli tua menjadi lemah.
Untuk menahan serangan dari Sultan Mukhayat
selanjutnya,Mambang Khayali menjelma sebagai meriam dan terus menembaki pasukan
Sultan Mukhayat. Ditengah pertempuran Mambang Khayali meminta minum kepada
Putri hijau,tetapi tidak diberikan karena menurut putri hijau terlalu
berbahaya. Akibatnya merasa lemahlah sendi-sendinya, sementara ia terus
menembaki meriamnya. Tiba-tiba tubuhnya patah menjadi dua. Kepala meriam
terpental sampai ke Aceh, sedangkan bagian belakangnya tetap tinggal di Deli.
Akhirnya Putri Hijau tertangkap, Mambang
Yazid berpesan untuk diberikan sesajen dan meminta ia dimasukkan ke dalam peti
kaca. Ditengah perjalanan menuju istana Sultan Mukhayat tiba tiba Putri Hijau
keluar dari peti kacanya dan membuang sesajen yang ia minta sebelumnya kemudian
ia memanggil nama Mambang Yazid tiga kali.Setelahnya mucul seekor naga dan
mengombang ngambingkan air laut, Putri Hijau kembali memasuki peti kaca nya dan
ia terombang ambing dia atas laut, ketika itu naga tadi mengahampiri Putri
hijau dan membawanya.Di yakini bahwa naga itu adalah Mambang Yazid. Sultan
Mukhayat pun sangat merasa sedih
UNSUR INTRINSIK
Alur: Alur Maju(sebab tidak membahas masa lalu)Tema : Kerajaan,peperangan dan cinta
Latar/setting :
1. Latar tempat : Kerajaan, Deli Tua, taman,laut,dan Aceh
2. Latar waktu : Pada jaman dahulu kala
3. Latar suasana : Sedih(sebab Sultan Mukhayat tidak bias mendapatkan Putri Hijau dan banyak tokoh yang tewas)
Tokoh:
1. Protagonis : Mambang Yazid dan Mambang Khayali
2. Antagonis : Putri Hijau dan Sultan Mukhayat Syah
Karaker tokoh-tokoh
1.Sultan Mukhayat Syah memiliki sifat egois dan tamak
2.Mambang Khayali dan Mambang Yazid baik hati
3 Putri Hijau memiliki sifat tidak peduli dengan orang lain
Sudut Pandang : orang ketiga.
Amanat :
Jangan lah menjadi orang yang egois dan tamak serta apabila ada permasalahan lakukan
musyawarah agar tidak muncul permasalahan lain
Komentar
Posting Komentar